Posts

Semusim Lagi

Salah satu kata penguatku akhir-akhir ini adalah: "Ini cuman satu musim yang harus kita lewati, lagi". Poinnya ada di "satu musim". Bahwa apa pun warna hari kita hari ini -- duka, suka, biasa aja -- ia akan berakhir . Ia tidak akan menetap selamanya ⛅

Diorama

Hidup 28 tahun mengajarkan ku, bahwa sekelilingku adalah diorama. Seperti display museum menampilkan artefak berbagai rupa, orang-orang yang kutemui menampilkan berbagai luka. Bedanya, para kurator museum berusaha menampilkan artefak dengan apik dan mengesankan cerita, sedang manusia berusaha menutupinya -- dengan apik dan mengesankan cerita. Cerita yang berbeda.

Hangat Suara di Kepala

Bismillahirrahmanirrahim, Memiliki sebuah wadah yang menyimpan tulisan mu untuk belasan tahun lamanya sangat membuat ku sadar bahwa hidup sejatinya cuman berpindah dari satu ujian ke ujian lain azaaa~ Dan di titik ini -- atau lebih tepatnya di setiap titik -- kita akan ngerasa hidup kayak lagi berat-beratnya.  Buatku pribadi, beberapa bulan ini adalah masa-masa perjuangan yang unik.  Unik karena aku ketemu banyak sekali pelajaran baru tentang diriku.  Unik karena di masa ini aku benar-benar diobrak-abrik perasaannya, tapi badai ini juga yang kemudian membuat ku ingin ebih baik dan baik lagi, agar bisa lebih banyak memberi cinta dan perhatian pada diri ku dan orang lain. Unik karena, di usia segini dan dengan segala peran yang ku pikul, aku rasanya ingin memeluk rapuhku dan mengajaknya sembuh, karena dia tanggung jawabku. Hanya aku yang memegang kendali atasnya untuk bisa pulih secara menyeluruh. Tentu dengan izin Allah. Kalau aku step back dan lihat masalah-masalahku, ras...

Berdansa dengan Bayang dan Luka

 Bismillahirrahmanirrahim. -- Jalan pulang dari TMII seringkali aku tempuh dalam kondisi langit yang perlahan meredup. Di lampu merah yang sama, sejak empat bulan lalu ada satu lagu yang terngiang. Kalau tidak sempat atau sedang tidak ingin ku putar, lagu itu tetap melantun di kepala ku. Judul lagu: Nabi Palsu yang dibawakan oleh Hindia. Lagu itu barangkali punya maknanya sendiri dan tapi ia beresonansi dengan aku yang berusaha pulih kala itu.  Di sebuah kota, pinggir Jakarta Ada seorang anak belajar dansa Dengan bayangannya, dengan lukanya Dibalut lagu, sedikit pas-pasan. Dari Baskara (sosok di balik Hindia), aku berkali-kali diingatkan bahwa luka adalah niscaya. Tidak ada insan yang bisa lari dari luka yang sudah digariskan. Maka seorang anak yang berdansa dengan bayangan dan lukanya, menjadi sosok imajiner yang ingin aku kasihi dengan sepenuhnya. Yang dari gerak tubuh mungilnya aku ingin belajar menjadi kuat pula. Maka ia berpesan, pada dasarnya semua orang hipokrit Percaya...

Behind The Bakes

Image
2020 adalah tahun di mana aku belajar baking. Tahun ketika keluarga terdekat ku berkali-kali mengingatkan ku bahwa aku harus belajar masak, dan berkali-kali juga aku mengabaikannya.  Di tahun yang sama, aku ditugaskan mengetik ulang resep-resep nenek yang ku panggil dengan sapaan "Bundo". Resep-resep Bundo diketik dengan mesin tik dan kebanyakan resep tidak memiliki takaran standar. Bundo ejak muda sudah berkelana dan berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya, sehingga resepnya sangat beragam. Beberapa halaman akan menampilkan menu-menu khas Bukittinggi -- tempat ia lahir dan tumbuh besar -- di halaman lainnya dapat ditemukan ragam masakan Cina, Belanda, sampai Yugoslavia. Dari makanan pembuka, utama, dan penutup, semua ada. Mengetik buku resep harusnya jadi tugas yang mudah saja, sekadar mengetik ulang apa yang ada di lembar-lembar cetak. Tapi bagi ku pengalaman tersebut membuat ku dapat mengintip dunia Bundo, membayangkan sosok gesitnya bergemul dengan uap panas d...

Apa yang Kamu Lakukan, Jika Kamu Kehilangan Separuh Diri Mu? (Lagi)

"Apa yang kamu lakukan, jika kamu kembali kehilangan separuh diri mu?", ujar ku dalam hati. Tulisan selanjutnya adalah catatan dari percakapan intrapersonal ku. *** Aku pernah kehilangan diriku berkali-kali. Tidak seperti kehilangan benda-benda yang sesaknya terkumpul di awal, kehilangan diri adalah proses yang panjang dan melelahkan. Bayangkan ketika diri mu biasanya berjalan dengan utuh, tetapi kemudian harus menopang keseluruhan beban dengan diri yang separuh? "Tapi kalau kamu seringkali berhasil untuk menemukan dirimu kembali, seharusnya kamu sudah tahu kan caranya?" Betul, bukan kah itu gunanya mengalami dan belajar?  "Iya betul, tapi terakhir kali aku mengalaminya, aku tak bisa memungkiri bahwa aku butuh dukungan eksternal." Kami kemudian berpikir panjang, dan lagi-lagi menemukan jalan buntu. Bukankah dukungan eskternal adalah sesuatu di luar dari kontrol kami? Bagaimana jika semua manusia di bumi tidak ada yang peduli? "Oke, aku jawab" uja...

It’s Understandable

Image
Photo by Zwaddi on Unsplash One day, unlike any other, I woke up feeling empty. Even my favorite coffee failed to tempt me out of bed. I stared out the window, watching the morning light spill over the tiles and furniture, while my thoughts wandered to the things that had left parts of my heart in disarray. *** Over the past year, I've been learning to dissect my emotions—examining them closely, one by one, and giving them names. On days when getting out of bed feels impossibly hard, I start a dialogue with myself, articulating the observations I've gathered about my emotions. This act of articulating my feelings has become an upgraded feature of my inner dialogue. But what has made the most difference is how I respond to these observations. “It’s understandable,” I say to myself after laying out how I feel. We often associate feeling understood with conversations we have with others. But understanding yourself? That hits differently. Through this journey, I’ve realized that se...

How Curiosity Unlocks Empathy

Image
  Photo by   Johannes Plenio   on   Unsplash Have you ever noticed how asking the right question can change the way you see someone? As an instructional designer, I’ve learned that curiosity isn’t just about learning, it’s about understanding. “Is this learning content digestible for my learners?” “Does this course meet its goal?” “Is the concept taught by the SME relevant and clear?” As an instructional designer, these questions run through my mind daily. This curiosity isn’t just about getting the job done it’s about truly understanding the topic, the learners, and the challenges they might face. I vividly recall working on a  computer network  tutorial where the struggle to understand the content mirrored the struggle my learners might encounter. At one point, I felt stuck, but I asked myself:  “If I can’t strive to understand this, how can I help others learn it?”  That accountability pushed me to keep going. Struggling to learn challenging to...

Merasakan Perasaan

Image
Salah satu nasihat paling indah akhir-akhir ini, adalah nasihat yang datang dari Iffa. Nasihat yang datang ketika aku mendadak patah hati. Ketika aku cerita melalui pesan teks, Iffa kemudian mengirimkan ku berbagai pesan, tapi yang bagi ku paling berharga adalah pesan ini: “Rasain sedihnya” Pesan singkat, dua kata saja, tapi membuat pertahanan ku runtuh sekaligus memudahkan ku membangunnya kembali. *** Beberapa bulan sebelum kejadian tersebut, aku tertegun ketika membaca sebuah section buku tulisan Bu Brene Brown. Di bagian tersebut, Bu Brene menjelaskan satu poin penting yang intinya begini: “Ketika merasakan ketidaknyamanan, maka kamu harus berani merasakan perasaan tidak nyaman tersebut.” Nampak sederhana, tetapi bukan kah lebih menyenangkan jika Bu Brene memperbolehkan kita untuk lari atau memanipulasi perasaan tersebut dengan melakukan hal-hal lain yang lebih menyenangkan? Di antara banyaknya pelajaran dari Bu Brene di dalam bukunya, “Imperfection”, bagian ini yang men...

Cerita Orang-Orang

Image
Satu hal yang baru aku temukan kembali: Aku suka sekali menyelami makna tatap dan percakapan di sekitar ku.  Bagi ku, melihat dan mendengar ragam kisah manusia adalah petualangan yang mengarah ke dua direksi - menyelami alam pikir, harap, dan perasaan dari si empunya cerita, serta menjadi pemicu ku untuk menjelajahi alam pikir ku sendiri. Bagi ku, tiap orang adalah akumulasi dari berbagai cerita. Cerita-cerita itu bisa bergenre horor atau komedi; sederhana atau berkelindan; penuh bunga, duri, atau keduanya. Maka baik buruk, salah benar, asik ato gak asik: Apa yang muncul di permukaan, timbul dari perjalanan panjang, yang kita tak pernah sepenuhnya tau rupanya.

Cara Pandang

Image
"Bu gedungnya bagus, gedung apa itu?" tanya ku pada ibu. Hari ini kami mengarungi berbagai arah mata angin untuk memenuhi misi ibu mencari busana. Ibu menjawab, "setiap gedung punya cerita". Sontak aku tertawa. Kalimat yang ibu ucap adalah kata-kata tokoh yang diperankan Nicholas Saputra dalam film terbarunya. Tapi, aku juga tertawa karena secara personal, aku memandang tiap benda punya ceritanya. Jadi mendengar ibu berucap demikian, rasanya kayak recall isi kepala ku akhir2 ini :)) *** Cara ku memandang benda, tempat, dan peristiwa adalah keterampilan yang ingin aku syukuri sampai akhir hayat. Kalau boleh, ingin ku jaga ia tetap menyala selamanya. Bayangkan jika kemana-mana kamu selalu membawa stoples di dalam kepala. Stoples itu bukan berisi biskuit atau kue bawang, stoples itu berisi kata-kata. Dan dalam langkah ku, pikir ku sibuk merangkai prosa tentang tatap, tentang tawa, ataupun tentang noda di tembok seberang.  Kadang desir bisiknya hanya menjadi...

Perspektif Bunga Matahari

Image
Bertahun lalu, mungkin sekitar 8 tahun yang lalu, saya menuliskan status "perspektif bunga matahari" di WhatsApp, tanpa menyematkan makna apa-apa. Di tahun-tahun tersebut saya memang sedang suka mengombinasikan kata. Jadi saat menulis status, ya asal saja. Baru kemudian saya merangkai makna atas frasa tersebut, mengasosiasikan bunga matahari dengan optimisme karena ia fototropisme. Jadi kalau ada yang nanya, saat itu saya sudah punya jawaban. Namun, saat mengambil foto-foto di atas, saya sadar bahwa pada kenyataannya bunga matahari memandang ke banyak arah. Ada yang ke atas, ke depan, ke depan tapi serong sedikit (lagi pula 'depan'-nya juga relatif), dan ada pula yang merunduk. Baru setelah googling, saya sadar bahwa yang dianggap sebagai heliotropisme (bergerak mengikuti arah matahari, dan ya bukam fototropisme) adalah bunga matahari yang masih kuncup. Ia menoleh ke arah matahari, berusaha menyerap cahaya secara optimal, mengayunkan wajahnya mengikuti rit...

Belajar dari Rasa Sakit

 Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum teman-teman. Ba'da maghrib tadi, telponan sama Salma. Sambil nunggu Salma makan, aku cerita soal sakit gigi ku dua hari lalu. Malam itu, impaksi graham bungsu ku rasanya sakit sekali. Mungkin kesakitan paling dasyat yang aku rasakan. Hari itu, aku sedih bukan hanya karena sakit atau karena kurang tidur, tetapi juga karena aku belum sepenuhnya bisa mengucapkan dzikir dalam sakit ku. Padahal ketika dalam kondisi sehat, bukan kah kita berencana untuk dapat berdzikir dalam sakit kita? :' Sungguh sakit gigi kemarin mengajarkan aku banyak hal. Salah satunya memang jadi belajar bahwa gigi ku perlu tindakan. Tetapi hal yang menurutku jauh lebih penting, adalah bahwa masih banyak perihal iman, keikhlasan, dan penyerahan diri yang harus aku pelajari. Sakit kemarin bagi ku adalah cara Allah untuk ngingetin aku bahwa masih banyak yang mesti aku benahi. InsyaAllah cerita ini bukan untuk pamer kekurangan ya guys, tetapi untuk jadi reminder kita...

3/11/2022

Bismillahirrahmanirrahim Di sesi Qur'an berapa jam lalu, tertegun ketika baca ayat yang menceritakan kisah Nabi Musa dan ibunya. Di masa yang mencekam, di mana Firaun memerintahkan bala tentaranya untuk membunuh semua bayi laki-laki, Ibunda Musa terpaksa 'melepas' Musa. Allah mengilhamkan beliau untuk menghanyutkan Musa di sungai Nil.  Pas kepikiran tentang cerita tersebut, aku ngebayangin rasanya jadi Ibunda Nabi Musa. Betapa sedih harus melepaskan buah hatinya. Aku ngebayangin ketika lagi main sama anak temen ku aja, terkadang tumbuh kasih sayang yang ngebuat kita berat untuk berpisah.. padahal ini teh bukan anak saya. Maka pas merenungi kondisi Ibunda Nabi Musa, wah di benak ku "pasti berat banget ya".  Tapi yang lebih 'menampar'-ku adalah bahwa beliau, Ibunda Nabi Musa, akhirnya melakukan apa yang Allah ilhamkan. Ia hanyutkan Nabi Musa AS. di sungai Nil. Padahal beliau enggak tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Kalau kita memperhitungkan risiko dan ...

#MemaknaiUlang

 "Awakening to faith is not a one time event, but a continuously unfolding reality. The journey of faith is not a race, but a marathon of love that each person walks at different pace."- A. Helwa Quotes tersebut merupakan awal dari buku A. Helwa "Secrets of devine love journal", meskipun saya belum selesai baca 1 bab dan mungkin saja akan agree to disagree sama isi bukunya, but for this quote.. aku agree banget. Sebagai anak yang lahir dari keluarga islam, dan belajar agama dari orang tua dan sekolah karena memang begitu templatenya, saya dulu ga ngerasa hidup dengan spirit islam. Saya bahkan cenderung skeptis dengan konsep perasaan dekat dengan Allah. Waktu kecil, saya berpkir bahwa konsep pahala-dosa adalah sekadar gamifikasi yang membuat hidup punya tujuan. Ya, supaya skor kita tinggi di mata Allah. Lalu waktu kecil saya berpikir, barang siapa yang berhasil punya skor tinggi lah yang akan masuk surga. Cukup jarang saya amaze dengan karunia Allah, apalagi merasa m...

Keterampilan dari belajar

Bismillahirrahmanirrahim, Salam sejahtera readers 🙂 Saya sudah lama sekali tidak menulis blog yang ditujukan untuk berbagi, seringnya hanya sekadar menjadi ruang refleksi untuk saya baca lagi dan lagi. Tapi salah satu online course yang kemarin saya ikuti memantik saya untuk kembali menulis. Sebuah topik course yang terlihat sangat dasar, tapi saking dasarnya bisa jadi ia begitu fudamental. Nama couse-nya: developing a learning mindset. Course tersebut saya akses dari LinkedIn learning, kebetulan saya sedang dapat free-trial 😀 Banyak hal menarik dari course tersebut, salah satunya adalah bahwa ketika kita belajar, kita akan mendapatkan 3 skill. Apa saja 3 skill tersebut? Knowledge Transferable skill Traits Mari kita bahas satu persatu KNOWLEDGE Knowledge adalah pengetahuan. Sebagaimana artinya secara harfiah, pengetahuan yang kita dapatkan saat belajar, itulah skill yang kita dapatkan. Hal ini menyebabkan semakin beragam atau semakin dalam ilmu yang kita timba, semakin banyak pula pe...

Triana first career

Assalamu'alaikum!  Bulan ini, genap setahun aku bekerja dalam industri teknologi pendidikan. Tepatnya dalam jalan karier sebagai instructional designer . Panjang bet weh namanya, mari kita singkat menjadi ID. Karena aku mulai kerja di kala pandemi, aku agak jarang harus interaksi sama teman lama atau orang baru lalu harus bercerita tentang pekerjaanku. Karena menurutku: wah PR juga nih jelasinnya. Pertama, karena profesi ini tidak umum didengar (paling engga, sebelum interview kerja di kantor ku skrg aku teh gatau ada profesi kayak gini hehe). Kedua, karena ada potensi ditanya-tanya,"anak biologi kenapa jadi ID?".  Tapi sama kayak dulu masuk biologi dan ku santai aja kalo orang bingung sama pilihan jurusanku, sepertinya menjelaskan tentang kenapa aku akhirnya jadi ID juga akan jadi momen ngebingungin yang menyenangkan wkwk. Anyway, semua ini bermula dari nyari kerjaan di hari Idul Adha. Pagi-pagi sebelum pada sholat ied, orang lain mungkin fokus beres-beres diri atau reru...

Self Reflection Journal #2: Enjoy!

Assalamu'alaikum. Apa yang membuat mu kuat ketika melewati hari-hari yang berat? Apa yang membuat mu sukarela menerima yang kau punya? Apa yang membuat mu bangkit dari sakitnya jatuh dalam kegagalan? Jawab sendiri ya jangan tengok kiri-kanan (buat apa juga?) *** Bagiku, jawaban atas pertanyaan ini ada banyak ragamnya. Tergantung mood  dan kondisi otak ku sedang berceramah tentang apa wkwk. Yang pasti, dan pastinya, adalah karena aku selalu punya Allah. Aku tahu apa yang Ia gariskan menjadi takdirku, pasti yang terrrrrbhaik! p.s.: bukan yang termudah. Ragam jawaban lainnya adalah:  - menerimanya; dan - menyukainya *** Bagiku, menyukai sesuatu adalah kuntji. Aku seringkali melibatkan faktor "aku suka itu!" dalam membuat keputusan Misalnya, jurusan, pekerjaan, order go-food, atau memilih buku apa yang ingin aku baca selanjutnya Jujur, aku gak merekomendasikan cara ini pada setiap orang. Tentu ada orang-orang yang terlahir rasional dan tumbuh besar secara rasional. Dan rasion...

Self Reflection Jurnal #1: Intro

Assalamu'alaikum Dalam kolom form registrasi atau obrolan-obrolan semiformal, aku seringkali bercerita bahwa hobiku adalah menulis. Biasanya aku sandingkan hobi tersebut dengan hobi lain, seperti membaca, menggambar, atau yang teranyar adalah mencuci piring. Kadang kala, di sesi berpikir, aku suka bertanya-tanya: "Apakah menulis benar-benar hobiku?". Pertanyaan ini muncul karena aku bisa memiliki jeda yang cukup lama dari satu karya ke karya lainnya (dan aku tidak apa-apa), aku bisa merasa beratt sekali untuk menulis satu buah artikel, aku seringkali lebih capek saat menyunting kata daripada mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain, dan aku gak pernah benar-benar menerbitkan tulisanku (selain di media sosial).. sebagaimana sebagian teman-teman sebaya ku yang menyatakan dirinya suka menulis. Tapi setelah banyak argumen yang aku ajukan untuk menantang diriku sendiri, sesi berpikir lalu akan beralih ke topik-topik berikutnya. Dan dalam khidmatnya bercengkrama dengan pikiran, gak...

Self-Counseling Session

 Assalamu'alaikum! Siapa yang di sini punya kebiasaan untuk menerjemahkan emosi diri? Itu aku! hehe Setelah punya lebih banyak teman, aku baru mengerti kalau orang menyikapi emosinya dengan cara yang beragam. Ada yang harus mengekspresikannya, ada yang pintar menyimpannya rapat-rapat, ada yang sekadar harus dituangkan dalam cerita, atau memilih untuk tidak ambil pusing tentangnya.  Tapi bagiku, emosi ku harus diterjemahkan. Dipereteli hingga akar-akarnya. Engga selalu harus disampaikan, aku cuman ingin tahu apa yang sebenarnya aku rasakan. Mungkin dahulu kala, mekanisme itu aku gunakan untuk bisa retas di dunia. Agar cepat-cepat tahu apa yang harus aku lakukan untuk mengatasi masalah. Tapi lama-kelamaan ia jadi kebiasaan. Ketika pikiranku sedang begitu gelisan atau mengawang-awang, pertanyaan dari hati "kamu kenapa Han? ayo sini cerita" adalah kata-kata yang membuat ku kembali berpijak. Paling tidak saat itu aku ingat bahwa ada yang sedang tidak beres di semesta pikiranku...