Bukan lagi bahas lagu fourtwnty. Pada dasarnya, kita selalu bergerak dari satu episode kehidupan ke satu episode yang lain. Pada tiap-tiap episode, ada latar, klimaks, dan konfliknya masing-masing. Sampai suatu hari kita jadi terbiasa dengan rupa-rupa hidup dalam episode tersebut. Lalu ternyata sudah waktunya naik level. Naik level. Suatu momen yang melejitkan harapan akan suatu alur hidup yang lebih cerah. Dalam konteks episode hidup baru, berarti ada saja yang berbeda. Apakah ada tokoh baru? protagonis atau antogonis ya? Apakah ada latar baru? Di taman penuh bunga atau kantor kelas menengah? Apakah ada konflik baru? Dicakar kucing atau dipatuk belalang? Naik level berarti episode yang sebelumnya tak kau kenal. Barangkali episode yang tak lagi zona nyaman. Kamu belum kenal konflik yang akan menjadikanmu kuat lagi. Kamu mungkin baru mengenal beberapa bala bantuan, yang hari ini pun kau tak tahu kapan mereka tepat guna. Sejatinya selalu begitu. Kita berpindah. Kita tak konstan. ...
Assalamu'alaikum Alhamdulillah masih dikasih nikmat buat silaturahmi di momen lebaran hari ke-4 ini :D Hari sabtu ini Triana mengambil tema Biologuess atau pertanyaan-pertanyaan seputar biologi yehey! Ada satu pertanyaan yang waktu itu temen gue pernah tanya "Mi, kalau alam bisa menyeimbangkan dirinya sendiri kenapa kita harus konservasi?" Hmm menarik. Waktu itu kita jadinya sama-sama bingung wkwk, dan gue jadi kepikiran juga sebenernya. mungkin beberapa orang belum ngeh dengan pengertian konservasi sebenarnya: konservasi /kon·ser·va·si/ /konsérvasi/ n 1 pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian; Yap, sejak awal masuk biologi hal-hal tentang konservasi ini udah dicekokin mulai dari dibiasakan bawa tumblr , larangan pakai sterofoam, bikin esai, dan lain-lain. Kita pun mengenal konservasi sebagai upaya melestarikan alam agar tidak punah. Tapi justru se...
Hidup 28 tahun mengajarkan ku, bahwa sekelilingku adalah diorama. Seperti display museum menampilkan artefak berbagai rupa, orang-orang yang kutemui menampilkan berbagai luka. Bedanya, para kurator museum berusaha menampilkan artefak dengan apik dan mengesankan cerita, sedang manusia berusaha menutupinya -- dengan apik dan mengesankan cerita. Cerita yang berbeda.
Comments
Post a Comment