Assalamu'alaikum gaes, 2018 aku belom post apapun di blog ini loh :') Sungguh sangat produktif ya HAHAHA. Sekarang aku mau cerita sesuatu yang sebelumnya aku kira cukup disimpan sendiri saja di dalam hati. Tapi setelah baca tulisan Dhita di sini aku jadi pengen nulis kisah ini. Bukan supaya dunia tahu, tapi karena menurut aku kenangan ini sangat konstruktif, membangun aku yang tadinya sedang (kayaknya sih sedikit) luluh lantah di akhir kehidupan kampus. Jadi karena aku suka baca tulisan-tulisan di sini buat bahan refleksi, kayaknya cerita ini patut dijadiin bahan juga. Sebelumnya, kenalin Triana di semester 7: sudah selesai Kerja Praktik (KP) tapi hasil data eksperimennya gak sesuai ekspetasi sehingga dia bingung gimana benerin datanya; ikut satu organisasi, jalanin proker, dan rutin ikut rapat; di kampus kerjanya ngereceh (kalau kamu gak tau, ngereceh artinya bersenda gurau tapi gak lucu) sama teman-teman; pulang kelas kadang bingung sore-sore udah bisa pulang, ke...
Assalamu'alaikum Alhamdulillah masih dikasih nikmat buat silaturahmi di momen lebaran hari ke-4 ini :D Hari sabtu ini Triana mengambil tema Biologuess atau pertanyaan-pertanyaan seputar biologi yehey! Ada satu pertanyaan yang waktu itu temen gue pernah tanya "Mi, kalau alam bisa menyeimbangkan dirinya sendiri kenapa kita harus konservasi?" Hmm menarik. Waktu itu kita jadinya sama-sama bingung wkwk, dan gue jadi kepikiran juga sebenernya. mungkin beberapa orang belum ngeh dengan pengertian konservasi sebenarnya: konservasi /kon·ser·va·si/ /konsérvasi/ n 1 pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian; Yap, sejak awal masuk biologi hal-hal tentang konservasi ini udah dicekokin mulai dari dibiasakan bawa tumblr , larangan pakai sterofoam, bikin esai, dan lain-lain. Kita pun mengenal konservasi sebagai upaya melestarikan alam agar tidak punah. Tapi justru se...
Hidup 28 tahun mengajarkan ku, bahwa sekelilingku adalah diorama. Seperti display museum menampilkan artefak berbagai rupa, orang-orang yang kutemui menampilkan berbagai luka. Bedanya, para kurator museum berusaha menampilkan artefak dengan apik dan mengesankan cerita, sedang manusia berusaha menutupinya -- dengan apik dan mengesankan cerita. Cerita yang berbeda.
Comments
Post a Comment