Posts

orang awam bicara passion belajar

Kepala sedang pusing di bagian kanan dan otak lagi berontak untuk belajar. Parah sih, mengingat besok ada ulangan matematika dan agama.. tapi aku harus semangat walaupun semangat itu belom dateng :') baydeway ngomongin masalah semangat (dan karena otak ku belum siap dijejelin trigonometri) aku mau cerita tentang apa yang aku dapetin tadi pagi. Tadi pagi aku berniat mencari bahan untuk tulisan essay tugas tempat les ku. Berhubung buku-buku di rumah ku banyak yang bertopik pendidikan, jadi aku emang milih topik yang nyerempet ke masalah itu (Walaupun sampe sekarang buku-buku yang niatnya mau dibaca buat bahan essay masih gak kebaca-_-). Aku pun browsing2 internet, dan menemukan beberapa hal.. Tapi yang paling menarik bagi aku adalah mengenai 'cara belajar'. Bagi aku, akhir-akhir ini definisi belajar udah berganti menjadi persiapan ulangan. belajar rasanya ya untuk ulangan doang. Terus dapet nilai. Dulu aku sempet kekeuh kalau belajar itu harusnya gak nyari nilai semata, t...

hikmah?

Waktu itu, malam hari pulang dari tempat les: "Hana gak ngerti deh kenapa sekolah bikin sistem kayak gini.. ketika siswa gak setuju blablabla.. mereka kan udah pernah nyoba sistem ini dan blablabla..." Kurang lebih itu yang aku curahkan dengan maksud melepas penat. Mulut ini berapi-api mengkritisi kebijakan yang menurut diri benar-benar tidak nyaman. Tapi lalu jangankan melepas penat, jawaban dari lawan bicaraku justru malah menambah beban hati; "Sudahlah, kamu ikuti aja apa yang mereka buat pasti mereka udah mempertimbangkan itu baik-baik." Kurang lebih itu jawabnya. Rasanya hati ini tidak rela mendengar itu. Lantas mencoba mencari-cari pembelaan. Tapi sayang, yang aku dapati malah tetesan air mata. *** Waktu itu semua terjadi, jujur rasanya sakit men ketika lo berharap orang bakal ngedukung lo tapi malah sebaliknya. Ketika lo berharap kritikan lo bakal didukung, tapi malah sebaliknya. Waktu itu terjadi gue langsung balik kanan bubar jalan.. antara sak...

pikiran pagi hari

Hai :) Lama gak ngeblog. Alesannya dalam hati: Duh pengalaman gue akhir-akhir ini tuh biasa aja.. gatau mau nulis apa :(. Dasar alesan aja sih lo Han. Tapi baydeway, Gue sekarang sedang berada di hampir 1/2 tahun menjalani kelas 11.. dan ini sangat berbeda :') Apalagi kelas gue beda banget atmosfernya sama kelas X.. Jujur aja sepertinya sebagian selera humor gue yang dulu kini udah menguap, ini kebaikan atau keburukan ya? Huff Btw, gue tersadar sesuatu tadi pagi. Pas lagi main puzzle pirates *lagi* *dari kelas 4 SD gamenya gak berubah* gue memikirkan sesuatu. Hipotesis gue sih pemikiran ini timbul karena gue main sambil minum teh tarik. Terus gue mikirin apa? Gue berpikir bahwa: 1. Kalau kita usahain sesuatu, maka di masa yang akan datang yg kita pikirin tuh bukan ketika kita meraih, tapi ketika kita berusaha untuk dapetin itu. 2. Ketika kita meraih sesuatu - apapun itu - berarti adalah perjuangan baru yang levelnya kemungkinan besar lebih sulit. Kenapa? Coba aja lo bandi...

kancing

2 pasang kancing yang sama rupa mungkin terlihat rapi ketika bersisian Namun dijahit serapi apapun, 2 pasang kancing tak akan berguna Walau miliki banyak kesamaan, kancing-kancing itu butuh sesuatu yang berbeda agar berguna. 1 buah kancing nampak janggal sendirian Maka ia mencari pembeda Namun sebuah lubang besar tak juga mampu membuatnya berguna Begitu juga lubang kecil yang menganga Terlalu berbeda membuatnya tak kuasa bersisian. Lalu? Nampaknya sang tukang jahit harus lebih cermat memilih, dan mengukur. Memilih sebuah pasangan yang serasi, mengukurnya agar tetap pas bersisi. Maka penjahit membuat sebuah lubang dengan ukuran yang cocok untuk sang kancing. Dan lihat! Baju bermotif pepaya itu kini dapat dipakai di hari raya, setelah sang kancing telah bersisian dengan sesuatu yang berbeda darinya, namun dengan ukuran yang pas. . Kata " cukup " itukah yang kau cari?

kata tatap

Selama ini, Rasanya kata-kata sering kali menimbulkan bahagia Mendatangkan duka Menusuk Menyayat Membangkitkan gelora Mematikan rasa Melampiaskan derita Mengandung isyarat Mewakili dimensi yang tak tergapai. Kata-kata memang sanggup wakili rasa dalam ucap. Aku sungguh mengakuinya. Tapi pernahkah? sepersekian detik waktu dalam hidup mu menjadi hal yang kau ingat seterusnya. Ketika kau habiskan waktu mu untuk berharap, tentang sebuah cerita di mana kau sampaikan kata-kata yang telah kau susun demikian rupa. Namun sayangnya.. skak-mat. Ketika harapan itu menjadi nyata, Segala rapal menguap begitu saja. Dan tatapan itu sempurna merajam. Sebuah sorot mata kembali merebut makna.. kata-kata.

Memilih

Hallo, Alhamdulillah, bisa balik lagi ke blog ini :') Hihi, gaada sesuatu yang urgent banget pengen ditulis sih.. kan hidup gue antara gak penting-penting amat atau semuanya terlalu penting (?) gue juga heran.. kalau gue cerita ke orang kenapa ya kadang hal besar justru terlewatkan ketika yang kecil-kecil malah gue jabarin... Btw, akhir-akhir ini ada banyak banget pilihan yang hadir ke dalam hidup gue :') Rasanya seneng sih, ketika gue tahu bahwa masih ada banyak ruang untuk dipilih. Sayangnya, pilihan tersebut datang untuk dipilih, bukan sekedar diliatin dan dipikirin.. harus dipilih. Kadang semua itu memaksa otak gue untuk berpikir realistis, tapi entahlah itu disebut rasional atau gimana. Kadang realistis jadi membuat gue terlalu pesimis, kadang menjadi terlalu optimis, kadang terlalu teoritis, kadang terlalu praktis. Jadi itukah yang namanya realistis? mungkin gue tidak sepenuhnya realistis dalam berusaha realistis. AH GAK NGERTI. HAHA Pokoknya, minggu-minggu in...

rararapapapa

saya ingin menulis blog layaknya ketika baru membuat blog :') pada masa-masa itu, nulis blog rasanya ringan banget. Gak takut sama pandangan orang. Gak terlalu fokus sama pilihan kata, dan gak terlalu mentingin isinya. Selama bisa nulis ya nulis. I miss those moments HEHE jalan ini masih panjang~~~~ Tapi emang iya, I need that ability to write everything in my mind! gue harus mulai banyak-banyak latihan nulis lagi :3 BTW! Tulisan di atas sempet mau gue apus karena keliatan gak penting, hehe cuman gajadi gue apus. I need the ability to write everything in my mind, I said. JADI. kalau akhirnya blog ini isinya spamming... itu bukan spam. itu bagaimana gue melatih diri menulis (?) halah. Toh ruangan ini diperuntukan bagi yang bersedia. Kamu gak wajib baca :3 cuman akan jadi suatu kehormatan untuk bisa menyuguhkan bacaan kepada mu dan waktu mu yang beharga. YEAY! -hanatkl